Kenali 3 Jenis Perdarahan pada Awal Kehamilan dibawah ini!

Penulis: Fadila Nur’aini, A.Md.Keb
Potret suami memegang perut ibu (Dok.Freepik/jcomp)

Banyak ibu khawatir ketika melihat flek darah di awal kehamilan. Flek atau bercak darah selama kehamilan itu cukup sering terjadi dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah. Namun, ada beberapa kondisi yang mengarah ke tanda bahaya kehamilan. Perdarahan di awal kehamilan terjadi pada 15 sampai 25 dalam 100 kehamilan.

 

Jika Anda menemukan flek darah di awal kehamilan, mungkin saja ini adalah tanda implantasi dimana embrio berhasil menempel dengan sempurna pada dinding rahim. Perdarahan ini umumnya berwarna merah cerah dan berlangsung singkat. Biasanya terjadi sekitar 8 hingga 12 hari setelah pembuahan dan banyak ibu yang mengira ini adalah menstruasi.

 

Lamanya perdarahan di awal kehamilan juga merupakan petunjuk. Kebanyakan perempuan mengalami menstruasi sekitar empat sampai tujuh hari, sedangkan perdarahan implantasi akan berlangsung dalam waktu tiga atau empat hari. Perdarahan implantasi umum terjadi dan tidak berbahaya bagi ibu dan janin. Selain perdarahan implantasi, ada juga perdarahan ringan yang tidak berbahaya seperti erosi serviks karena pengaruh hormonal atau setelah berhubungan seksual.

 

Perdarahan yang mengarah ke keguguran

Perdarahan yang mengakibatkan berakhirnya kehamilan sebelum 24 minggu disebut keguguran. Sekitar 1 dari 5 ibu hamil mengalami keguguran. Keguguran yang terjadi sebelum 14 minggu umumnya disebabkan oleh masalah pada janin. Namun, ada juga penyebab lainnya seperti masalah hormon atau gangguan pembekuan darah.

Oleh karena itu, bagi Anda yang mulai merencanakan kehamilan segeralah mengonsumsi asam folat misalnya Bundavin minimal dua bulan sebelum hamil saat perencanaan kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari dapat mengurangi risiko cacat lahir yang dapat menyebabkan keguguran.

Sebagian besar keguguran terjadi dalam 12 minggu kehamilan dan sayangnya tidak bisa dicegah. Segera hubungi bidan atau dokter jika Anda mengalami tanda keguguran. Beberapa tanda keguguran itu seperti:

  • Kram dan nyeri pada perut bagian bawah
  • Keluar darah dari vagina
  • Keluar jaringan dari vagina

 

Perdarahan yang mengarah ke kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel di luar kandungan, misalnya di saluran indung telur. Ini bisa menyebabkan perdarahan dan sangat berbahaya karena sel telur tersebut tidak dapat berkembang di luar kandungan. Sel telur ini harus dikeluarkan dengan cara operasi atau dengan obat-obatan.

 

Tanda kehamilan ektopik mulai muncul pada minggu keenam kehamilan namun bisa juga terjadi nanti. Segera hubungi bidan atau dokter jika Anda mengalami tanda kehamilan ektopik. Beberapa tanda kehamilan ektopik yaitu:

  • Nyeri perut bagian bawah dan dapat terjadi pada satu sisi saja
  • Perdarahan dari vagina atau keluarnya cairan berwarna coklat dan encer
  • Rasa sakit di ujung bahu Anda
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil dan buang air besar

Jangan ragu untuk periksa ke bidan atau dokter jika Anda mengalami kekhawatiran tentang perdarahan yang Anda alami. Segeralah pergi ke rumah sakit atau telepon ambulans jika Anda mengalami perdarahan hebat. Mintalah kerabat terdekat Anda seperti suami untuk mendampingi Anda ke rumah sakit.