Manajemen ASI Perah bagi Ibu yang Bekerja, 4 Cara Ini Dapat Membantu Anda!

Penulis: Fadila Nur’aini, A.Md.Keb
Potret seorang ibu sedang menyusui bayinya (Dok.Freepik/yanalya)

 

Menyusui bagi ibu yang bekerja bukanlah hal yang mustahil. Bagi Anda yang bekerja di rumah atau sepulangnya dari tempat kerja, susuilah bayi secara langsung. Namun, bagi ibu yang bekerja di luar rumah, pastikan ada pengasuh yang dapat memberikan ASI perah (ASIP). Berikut ini adalah 4 cara manajemen ASIP yang dapat membantu Anda!

 

1. Cara memerah ASI

Pada saat di tempat kerja, upayakan untuk memerah ASI secara teratur setiap 2-3 jam sekali. Ini dapat menjaga produksi ASI dan mencegah terjadinya bendungan. Lihatlah foto-foto bayi saat memerah untuk membuat aliran ASI menjadi lebih lancar. Di samping itu, minumlah banyak air dan makan sehat serta penuhi kebutuhan multivitamin dan mineral misalnya Bundavin.

Berikut ini adalah cara memerah ASI dengan menggunakan tangan:

  • Pastikan tangan Anda bersih dan siapkan wadah penampung ASI
  • Duduklah dengan nyaman
  • Posisikan ibu jari dan jari telunjuk seperti huruf C
  • Letakkan kedua jari tersebut sekitar 2-3 jari dari pangkal puting dan jari-jari lainnya dapat menyangga payudara.
  • Tekan payudara ke arah dalam menuju ke dinding dada dan perah ke arah depan.
  • Temukan ritme yang pas yaitu tekan-perah-rileks seperti saat bayi menyusu.

 

2. Cara menyimpan ASIP

ASIP sangat direkomendasikan untuk disimpan di dalam botol kaca. Botol kaca dapat digunakan berulang kali, mudah dibersihkan dan aman. Lemak dalam ASI akan mudah tercampur kembali di dalam botol kaca saat digoyang pelan dibandingkan dengan wadah plastik.

Jika ibu menggunakan wadah plastik berbentuk botol maka pilihlah bahan Polypropylen. Bahan ini aman dan dapat digunakan kembali. Namun, wadah plastik berbentuk kantung hanya bisa dipakai sekali dan tidak disarankan untuk menyimpan ASI dalam jangka waktu yang panjang di freezer. Tulis tanggal ASI mulai disimpan pada wadah ASIP. Setelah digunakan, cuci botol ASIP dengan sabun dan bilas dengan air panas.

ASIP dapat disimpan selama 4 jam dalam ruang non AC dan 6-8 jam dalam ruang ber AC. ASIP dapat bertahan selama 2-3 hari di chiller pada suhu < 4 C. ASIP yang disimpan di freezer pada lemari es 1 pintu dengan suhu - 18 s.d 0 C dapat bertahan 2 minggu. Pada freezer lemari es 2 pintu, ASIP dapat bertahan 3-4 bulan dengan suhu - 20 s.d -18 C.

 

3. Cara menyiapkan ASIP

Berikan ASI perah pada bayi yang paling segar dan bukan yang paling lama disimpan di kulkas. ASIP segar dapat dicampur dengan ASIP 24 jam sebelumnya dengan catatan berada dalam suhu yang sama. Sisa ASIP harus dibuang setelah 1-2 jam tidak habis.

Bila persediaan yang dimiliki hanya ASIP beku, maka turunkan ASIP beku dari freezer ke chiller hingga cair. Lalu hangatkan dengan cara mengalirkan wadah dengan air hangat atau merendamnya di dalam baskom. Bayi bisa minum ASI perah dingin, suhu ruang atau hangat sesuai selera.

Jangan hangatkan ASIP di dalam microwave atau di atas api karena dapat merusak komposisi ASI. ASIP beku yang sudah dicairkan hanya bertahan < 24 jam di lemari pendingin dan tidak boleh dibekukan kembali. Jangan mengocok atau mengaduk ASIP, cukup goyangkan botol secara perlahan untuk memgembalikan komponen lemak.

 

4. Cara memberikan ASIP ke bayi

Hindari penggunaan dot karena akan membuat bayi bingung puting saat Anda menyusui langsung. Gunakan cup feeder, sendok, cangkir atau pipet untuk memberikan ASIP. Posisikan bayi dengan nyaman yaitu dengan posisi setengah duduk dan bukan berbaring. Dekatkan bibir cangkir ke mulut bayi dan arahkan sedikit ASIP ke bayi. Biarkan bayi menyedot ASIP dengan sendirinya. Jangan menuang ASIP ke mulut bayi karena dapat membuat bayi tersedak.