Operasi Caesar, Ini 3 Hal Penting yang Harus Anda Ketahui!

Penulis: Fadila Nur’aini, A.Md.Keb
Potret pasangan menanti kelahiran bayi (Dok.Freepik/bristekjegor)

Operasi caesar (sesar) adalah operasi untuk melahirkan bayi dengan membuat sayatan pada perut tepat di bawah bikini line. Operasi caesar memiliki sejumlah risiko, jadi itu hanya dilakukan ketika ada indikasi medis. Indikasi medis itu contohnya plasenta previa, preeklampsia, herpes atau HIV yang tidak terobati. 

Pertimbangan lainnya adalah posisi bayi sungsang pada kehamilan anak pertama dan kehamilan kembar terutama jika posisi bayi sulit untuk dilahirkan secara normal. Begitu pula jika persalinan Anda tidak ada kemajuan atau terjadinya perdarahan. Oleh karena itu, Anda perlu makan dan minum yang sehat serta penuhi kebutuhan suplemen multivitamin dan mineral misalnya Bundavin. 

Bagi Anda yang berencana melahirkan caesar tanpa alasan medis, ketahuilah komplikasi yang mungkin terjadi. Komplikasi itu diantaranya adalah infeksi pada luka operasi, pembekuan darah, perdarahan hebat, kerusakan pada organ terdekat seperti kandung kemih dan sekitarnya serta kesulitan bernapas sementara pada bayi. Operasi caesar yang terencana dilakukan pada usia kehamilan 39 minggu untuk mempertimbangkan kematangan paru janin.

Persiapan melahirkan caesar
Jika Anda tidak dapat melahirkan normal karena indikasi tertentu, maka Anda dan pasangan perlu tahu persiapan melahirkan caesar. Seperti persalinan normal, Anda perlu menyiapkan jiwa dan raga. Ada baiknya Anda tetap membuat birth plan mulai dari tempat bersalin, dokter yang menolong, adanya pendamping di dalam ruang operasi, keinginan untuk inisiasi menyusu dini (IMD) segera setelah bayi lahir dan rawat gabung.

Seminggu sebelum operasi caesar, tanyakan ke dokter Anda tentang prosedur operasi. Akan ada pemeriksaan darah salah satunya Hemoglobin untuk mengetahui risiko anemia. Sekitar 6-8 jam sebelum operasi, Anda akan diminta untuk tidak makan dan minum. Anda juga akan diminta untuk mengganti baju operasi ketika tiba di rumah sakit.


Apa yang terjadi selama operasi caesar?

Secara umum sebelum operasi caesar, Anda akan dibius pada tulang belakang yang dikenal dengan anestesi epidural. Anda akan sadar namun mulai dari pusar hingga kaki bagian atas akan mati rasa, sehingga Anda tidak akan merasakan nyeri. Kateter berupa selang akan dipasang untuk mempermudah buang air kecil. Operasi casesar umumnya berlangsung sekitar 40-50 menit. Prosedur selama operasi caesar yaitu:
-  Pemasangan penutup badan yang membuat Anda tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun dokter Anda akan memberitahu apa yang sedang ia lakukan.
-  Dokter akan membuat sayatan sekitar 10-20 cm sehingga bayi bisa dilahirkan.
-  Anda mungkin akan merasakan adanya tarikan selama prosedur berlangsung.
-  Anda dan pendamping dapat melihat bayi yang lahir dan diletakkan di dada Anda untuk IMD.


Pemulihan pasca operasi caesar
   
Pemulihan pasca operasi caesar biasanya lebih lama dari persalinan normal. Umumnya ibu akan dirawat di rumah sakit sekitar 3-4 hari. Anda mungkin akan merasakan rasa tidak nyaman di perut pada beberapa hari pertama. Namun, Anda akan diberikan pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit.

Selama di rumah sakit, Anda dapat melakukan kontak kulit ke kulit secara teratur dan diajari cara menyusui. Anda juga akan dianjurkan untuk bangun dari tempat tidur dan bergerak sesegera mungkin. Ini membantu pemulihan pasca operasi dan meredakan nyeri. Anda boleh makan atau minum sesegera mungkin ketika Anda merasa lapar atau haus. Luka operasi akan tertutup dengan balutan selama 24 jam dan selang kateter akan terpasang setidaknya selama 12 jam.